Baca Berita

TUMPEK KANDANG TRADISI HINDU BALI OLAS ASIH SARWA BURON, SUKSMANING MANAH RING KAHURIPAN

Oleh : rpkd | 16 Agustus 2018 | Dibaca : 129 Pengunjung

Di dalam Hari - hari Suci Agama Hindu di Bali terdapat enam jenis Hari Suci Tumpek, salah satunya adalah Tumpek Uye ( Tumpek Kandang ) atau disebut juga Tumpek Wewalungan yaitu upacara selamatan untuk para binatang, baik binatang yang disembelih atau binatang piaraan, dimana pada hakekatnya adalah untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon (Pengembala Mahluk) yang jatuh pada Rahina Saniscara Kliwon Wuku Uye. Bapak Cokorda Putra Wisnu Wardana selaku Tokoh Agama di dalam talkshow bersama RPKD FM di kesempatan pagi hari ini menjelaskan bahwa di dalam lontar Sunarigama dinyatakan " Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato". Yang artinya hari itu hendaknya dijadikan tonggak untuk melestarikan semua jenis hewan, karena di dalam ajaran agama Hindu, keharmonisan hidup dengan semua mahluk dan alam semesta senantiasa harus tetap dijaga, dan manusia hendaknya selaras dan hidup harmonis dengan alam semesta, khususnya bumi dengan ciptaan-Nya yang lain, termasuk tumbuh - tumbuhan dan binatang. Bapak Cokorda Putra Wisnu Wardana menambahkan agar masyarakat tidak melupakan Tradisi Hindu Bali yang sudah dipakai oleh tetua atau para leluhur secara turun menurun di dalam menghormati binatang piaraan, antara lain; - Unggas, ayam, itik ( sering disebut ubuan tunu ). Ketika memotong untuk rangkaian upacara, hendaknya tetap menggunakan ungkapan atau doa tertentu, agar upacara dapat berjalan lancar. - Babi ( sering disebut dengan tatakan banyu ) yang mencerminkan bahwa sesungguhnya masyarakat Bali hemat luar biasa. - Sapi ( sering disebut sebagai tabungan berupa keringat atau hasil kerja ) dimana sapi bisa dimanfaatkan dalam keperluan yang lebih besar ) Dengan kemajuan jaman sekarang, Bapak Cokorda Putra berharap agar hal - hal yang bersifat tradisi perlu dikaji kembali dan dimaknai tradisi para tetua atau leluhur kita, sehingga apa yang mesti kita lakukan terhadap sarwa sato tetap berjalan dengan baik, dan harmonisasi tetap terjaga secara sempurna.(GP)


Oleh : rpkd | 16 Agustus 2018 | Dibaca : 129 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
FOTO PKL 2015
Video
Jingle RPKD
Facebook
Twitter