Baca Berita

RELEVANSI ALA AYUNING DEWASA SEBAGAI PEDOMAN MELAKSANAKAN UPACARA DI BALI

Oleh : rpkd | 29 Januari 2018 | Dibaca : 175 Pengunjung

 

Pengertian Ala Ayuning Dewasa berdasarkan penanggalan atau kalender Bali, terdiri dari Ala yang berarti tidak baik, dan Ayu yang berarti baik, sedangkan Pedewasan / dewasa ini biasanya digunakan dalam banyak hal yaitu seperti penentuan hari yang cocok untuk upacara - upacara Hindu, seperti dewasa memulai pekerjaan /usaha, upacara yadnya dan hari - hari yang baik dalam kehidupan sehari - hari. Untuk menentukan suatu hari itu baik dihitung berdasar sasih atau perhitungan matahari dan bulan, seperti misal sasih yang dianggap paling baik untuk menikah itu ada pada sasih Kapat, Kalima, Kadasa. Dan hari atau dalam kalender Hindu disebut Rahina yang dianggap kurang baik itu ada pada hari Sabtu = Saniscara yang dianggap penuh kegagalan/kesialan, Selasa = Anggara yang penuh percekcokan, dan Minggu = Redite yang berarti penuh amarah atau panas. Hal ini disampaikan dalam sesi talkshow interaktif bersama Dosen IHDN Denpasar, Bapak Dr. Gede Sutarya, di studio RPKD 92,6 FM (Senin, 29 Januari 2018).

Dalam menentukan musim (sasih) yang baik dicari berdasarkan penanggal/panglong atau mencari purnama (bulan penuh) dan tilem(bulan mati). Hari yang dianggapa baik jika hari tersebut mengandung lebih banyak unsure dewa, sedang hari yang dianggap kurang baik jika mengandung unsure raksasa/kala. Penentuan padewasan, menurut sebagian besar teks Wariga terdapat aksioma yang biasa disebut dengan Alahing Sasih: wewaran alah dening wuku, wuku alah dening pananggal/panglong, pananggal/panglong alah dening sasih, sasih alah dening dauh, dauh alah dening Sang Hyang Triodasa Saksi. Maksudnya adalah sejelek-jeleknya Padewasaan itu dapat di ruat dengan banten-banten yg disebut pamarisudha mala dewasa, asal tidak bertentangan dengan ketentuan baku dalam sastra atau hukum agama dan disaksikan oleh Sang Hyang Triodasa Saksi (13 dewa saksi) yaitu Aditya, Agni, Apah, Akasa, Pritiwi, Atma, Yama, Akasa, Ratri, Sandhya, Dwaya. (bc)


Oleh : rpkd | 29 Januari 2018 | Dibaca : 175 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter