Baca Berita

OPTIMALISASI PERTUMBUHAN BAYI DENGAN ASI EKSKLUSIF

Oleh : rpkd | 14 September 2017 | Dibaca : 104 Pengunjung

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi. Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Dr. Kadek Suarca selaku Dokter Specialis Anak RSUD Wangaya  dalam talkshow di kesempatan pagi hari ini menjelaskan Manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.  Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Manfaat  ASI  eksklusif :

1.      ASI  mampu  meningkatkan  kecerdasan  bayi,  perkembangan  kognitif bayi  akan  semakin  meningkat  dengan  pemberian  ASI

2.      Dengan  ASI  bayi  tidak  akan  mengalami  alergi,  lain  halnya  dengan  susu  formula,  susu  sapi, atau  susu  kedelai.

3.      ASI  eksklusif  dapat  menurunkan  risiko  bayi  mengalami  obesitas  atau  kegemukan  saat  ia  besar  nanti

Beberapa tanda bayi cukup menerima ASI

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Dr. Kadek Suarca menambahkan beberapa  usaha  yang  harus  dilakukan  oleh  seorang  ibu  adalah :

1.      Ibu  harus  tau  teknik  menyusui  yang  baik  dan  benar 

2.      Ibu  harus  mendapat  nutrisi  yang  cukup

3.      Proses  menyusui  seorang  ibu  harus  mandapat  dukungan  dari  suami  dan  lingkungan  terdekat

4.      Seorang  ibu  harus  mempersiapkan  diri  untuk  memerah  ASI  untuk  ibu  yang  bekerja,  minimal  2 jam  sekali ( GP )


Oleh : rpkd | 14 September 2017 | Dibaca : 104 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter