Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Radio Pemerintah Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

PELESTARIAN DAN PENGELOLAAN KOTA PUSAKA DALAM PERSPEKTIF ARSITEKTUR

Oleh : rpkd | 21 April 2017 | Dibaca : 65 Pengunjung

Bali sejak dahulu telah dikenal dengan pariwisata dan budayanya, sehingga patut untuk dilestarikan dan mendapat perhatian serius dari semua lapisan masyarakat agar tetap terjaga. Seperti bali yang dikenal dengan daerah yang memiliki banyak warisan budaya, contohnya Kota Denpasar yang juga telah diakui dunia dan mendapat julukan sebagai Kota Pusaka (Heritage City).

Seperti dijelaskan oleh Bapak Ir. Ketut Witarka Yudiata MT, selaku Dosen Program Studi Arsitektur, Universitas Ngurah Rai, yang hadir di studio RPKD 92,6 FM sebagai narasumber dalam talkshow interaktif bersama Universitas Ngurah Rai, (Kamis, 20 April 2017) menjelaskan bahwa suatu kota disebut  sebagai Kota Pusaka (Heritage City) harus memiliki peninggalan sejarah, baik peninggalan benda maupun peninggalan tak benda. Selain itu untuk menandakan kota pusaka harus memiliki suatu titik central sebagai downtown atau pusat dimana kota itu dibangun, contohnya Kota Denpasar dalam sejarahnya disebut “Denpasar” yang berarti “di sebelah utara pasar” yang memiliki titik central di jalan Gajah Mada tepatnya di pasar Kumbasari yang merupakan cikal bakal dari lahirnya Kota Denpasar. Sehingga point untuk menjadi kota pusaka harus mempunyai “Pusaka” (Heritage), yaitu Pusaka Budaya, Pusaka Alam, dan Pusaka Saujana yang semuanya manjadi satu kesatuan dalam ruang dan waktu.

Sehingga untuk mempertahankan dan mengembangakan kota pusaka harus ada komitmen bersama antara Pemerintah setempat dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya supaya terhindar dari gempuran perubahan modernisasi. Pengakuan terhadap kota pusaka ini ke ranah internasional juga tidak terlepas dari pendaftaran atas keberadaanya dan penilaian oleh organisasi internasional seperti UNESCO dan OWHC. Untuk lolos seleksi sebagai warisan budaya dunia, minimal harus memiliki satu warisan budaya yang diakui UNESCO, maka kriteria lainnya sudah dianggap cukup. Dengan penataan dan pengelolaan yang baik, pastinya akan turut memberikan keuntungan bagi masyarakat disekitarnya.(bc)


Oleh : rpkd | 21 April 2017 | Dibaca : 65 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter